SEMINAR STRESS MANAGEMENT ‘MAKE A DEAL WITH AUTOIMUN’

Jakarta – Selain penyakit Lupus, Scleroderma adalah salah satu dari 130 lebih jenis penyakit Autoimun yang ada di dunia. Scleroderma masih tergolong penyakit langka di Indonesia, karena minimnya informasi, masyarakat awam menganggap bahwa Scleroderma adalah penyakit ‘guna-guna’ atau kusta karena adanya perubahan fisik yang signifikan diseluruh tubuh.

Melihat semakin meningkatnya jumlah penderita Scleroderma yang belum dibarengi dengan pemberian edukasi yang maksimal di Indonesia membuat kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Oleh sebab itu dalam rangka menjalankan program bulan kesadaran terhadap Scleroderma di Indonesia yang sekaligus bertepatan dengan Hari Scleroderma Dunia yang jatuh pada tanggal 29 Juni, Yayasan Scleroderma Indonesia menyelenggarakan Seminar Stress Management dengan tema “Make a Deal With Autoimun’. Terdapat dua materi yang akan dibawakan oleh narasumber. Pertama adalah topik mengenai Scleroderma dan komplikasinya yang akan disampaikan oleh dokter spesialis konsultan reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR. Kedua adalah materi tentang stress management, self healing dan hipnoterapi yang akan dibawakan oleh psikolog Dra. Ratu Adhe Wazna Sofwat, M.Psi., CBA, Cht, MCH.

Mengapa harus membuat perjanjian dengan autoimun? Walaupun sampai hari ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan autoimun, namun pada dasarnya perjalanan penyakit autoimun dapat dikendalikan, dengan syarat pasien harus membuat perjanjian dengan diri sendiri untuk taat aturan dan hidup sedisiplin mungkin mulai dari mengunjungi dokter setiap bulan, mengkonsumsi obat-obatan, mengkonsumsi makanan seimbang, olahraga ringan dan mengontrol stress. Mengontrol stress adalah bagian yang cukup sulit bagi semua penderita autoimun. Stress adalah salah satu faktor yang sangat penting dan patut mendapatkan perhatian yang serius dalam penanganan penyakit autoimun.

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada pasien, praktisi kesehatan dan masyarakat awam tentang penyakit Scleroderma dan pengaruh stress pada penyakit autoimun, supaya pada akhirnya semua penderita autoimun dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Scleroderma Indonesia yang telah menyelenggarakan acara yang hebat ini. Seminar Stress Management sangat kami butuhkan, karena orang-orang seperti kami sangat rentan terhadap stres.”, jelas Eka, salah satu peserta seminar.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 125 peserta yang terdiri oleh dokter spesialis konsultan reumatologi, psikolog, pejuang Scleroderma, caregivers, dan penyintas autoimun ini diselenggarakan di Auditorium Prodia, Kramat, Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 14 Juli 2018.